Dunia investasi sering kali digambarkan sebagai grafik yang penuh DENGAN lonjakan dan penurunan tajam.
Banyak investor pemula terjun ke pasar saham atau kripto dengan harapan mendapatkan keuntungan cepat, namun berakhir dengan kerugian besar bukan karena aset yang buruk, melainkan karena reaksi emosional yang salah.
Masalah utama dalam kegagalan investasi sering kali bukan terletak pada analisis teknis yang kurang, melainkan pada ketidakmampuan mental dalam mengelola persepsi terhadap risiko dan volatilitas pasar.
Sebuah pepatah populer dalam dunia keuangan menyatakan bahwa "kebanyakan orang gagal dalam berinvestasi karena mereka memperlakukan setiap fluktuasi seperti sebuah ancaman."
Padahal, fluktuasi adalah detak jantung pasar. Ketika harga turun sedikit, banyak investor merasa panik dan segera melakukan panic selling karena menganggap penurunan tersebut sebagai tanda kehancuran, bukan sebagai dinamika alami.
Pakar keuangan ternama, Morgan Housel, dalam bukunya The Psychology of Money, menekankan bahwa kesuksesan investasi lebih banyak ditentukan oleh perilaku daripada kecerdasan.
Menurutnya, volatilitas adalah "biaya masuk" yang harus dibayar untuk mendapatkan imbal hasil jangka panjang, bukan "denda" atas kesalahan pemilihan aset.
Jika investor melihat penurunan harga sebagai ancaman, mereka cenderung mengambil keputusan berbasis rasa takut yang merusak strategi jangka panjang mereka.
Pendapat senada diungkapkan oleh Warren Buffett, yang secara konsisten mengingatkan bahwa pasar saham adalah alat untuk mentransfer kekayaan dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar.
Bagi Buffett, fluktuasi harga justru merupakan peluang untuk membeli aset berkualitas di harga diskon. Ia pernah berkata, "Pasar saham dirancang untuk mentransfer uang dari mereka yang aktif (reaktif terhadap fluktuasi) ke mereka yang sabar."
Selain itu, Benjamin Graham, bapak value investing, memperkenalkan konsep "Mr. Market" untuk menggambarkan fluktuasi pasar.
Graham berargumen bahwa pasar adalah seperti rekan bisnis yang emosional yang setiap hari menawarkan harga berbeda—terkadang sangat tinggi karena terlalu optimis, terkadang sangat rendah karena ketakutan.
Kesalahan fatal investor adalah mengikuti suasana hati "Mr. Market" tersebut, alih-alih berpegang pada nilai intrinsik aset yang mereka miliki.
Kesimpulan
Kegagalan dalam investasi sering kali merupakan masalah psikologis daripada masalah finansial.
Untuk menjadi investor yang sukses, seseorang harus mampu mengubah pola pikirnya: melihat fluktuasi bukan sebagai ancaman yang menakutkan, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju keuntungan.
Dengan memiliki disiplin mental, membatasi pengaruh "kebisingan" pasar, dan fokus pada tujuan jangka panjang, fluktuasi tidak lagi menjadi musuh, melainkan sahabat karib dalam membangun kekayaan.***
Sumber: The Psychology of Money (Morgan Housel) & The Intelligent Investor (Benjamin Graham)
Stefan Sikone, Penulis
------
MOHON DIPERHATIKAN:
Pertimbangkanlah secara matang bila anda akan memulai trading forex. Forex trading memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Anda bisa kehilangan dana dalam jumlah besar bahkan hingga seluruhnya. Kami tidak bertindak atas nama pialang berjangka manapun dalam melakukan trading forex. Artikel-artikel yang kami post dalam blog ini benar-benar merupakan pembelajaran bagi para pembaca sekalian dan/atau peminat trading forex. ========= Artikel terkait forex dapat dibaca di:
Pusat Informasi Bisnis Online dan Trading Forex
-
Sekolah Online -
Forex untuk kehidupan -






