Friday, March 30, 2018

HINDARI TRADING IMPULSIF

Apa yang dimaksudkan dengan trading impulsive? Trading tanpa  berpikir.  Soalnya adalah keinginan yang sangat besar untuk mendapatkan profit besar dalam tempo yang secepat-cepatnya.  Ini berbahaya bagi trader. Oleh karena itu maka seorang trader harus berusaha untuk menghindarinya.  Beberapa cara sederhana untuk menghindari perdagangan impulsif di bawah ini.

1. MEMILIKI RENCANA TRADING (Have a Plan)
Tidak memiliki rencana adalah penyumbang terbesar perdagangan impulsif. 
Seorang trader forex perlu memiliki rencana sebelum melakukan aksi jual beli valuta asing. Rencana trading  bisa dibuat di awal bulan, awal minggu atau awal setiap hari. Bagaimana Anda tahu apa yang harus diperdagangkan, bila anda tidak membuat rencana trading?
Anda harus meluangkan waktu setiap akhir pekan untuk meninjau bagan Anda, menggambar level, dan menyusun rencana untuk minggu depan.

Anda dapat sedetail atau sesingkat yang Anda inginkan, pastikan untuk menangkap esensi dari rencana tersebut. Itu termasuk menulis pasangan mata uang dan tingkat kunci yang Anda tonton serta peluang potensial yang mungkin berkembang.
Anda dapat menulis semuanya dan menyertakan bagan beranotasi atau hanya menggunakan bagan beranotasi untuk menceritakan kisah. Terserah Anda untuk menuliskan bentuk rencana trading Anda.
Buatlah rencana trading Anda sesederhana mungki dan dapat  Anda aplikasikan atau patuhi rencana tersebut. Semakin kompleks Anda membuat proses ini, semakin kecil kemungkinan Anda untuk mematuhinya.

2. Stick to the Daily Time Frame

Lha Koch grafik harian? Ada sebuah keuntungan di sini.  Trading forex berpatokan pada  grafik harian adalah bahwa hal itu memperlambat segalanya. Anda tidak lagi dipaksa untuk membuat keputusan yang cepat — dan sering impulsif.

Karena dibutuhkan 24 jam untuk setiap lilin harian, Anda memiliki banyak waktu untuk menilai situasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi.
Itu saja bisa menjadi perbedaan antara perdagangan yang dipikirkan dengan baik dan yang impulsif.
Ini juga bukan kebetulan bahwa perdagangan legenda seperti Bill Lipschutz dan Ed Seykota mengambil pendekatan jangka panjang, menggunakan kerangka waktu harian dan mingguan.
Jadi jika Anda ingin memperlambat segalanya dan menghindari perdagangan impulsif, pertimbangkan untuk berpegang pada grafik harian dan mingguan.

3. BATASI WAKTU MELIHAT LAYAR (Limit Screen Time)

Ini sebuah gagasan baru. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk menatap grafik Anda, semakin Anda menempatkan diri Anda pada risiko melakukan perdagangan impulsif.

AKHIR KATA


Sangat mudah untuk terjebak dalam pergerakan pasar. Daripada melihat risiko yang terkait, Anda hanya melihat peluang lewat Anda. Itu cara yang berbahaya untuk melihat pasar.
Sayangnya, ini adalah pandangan sebagian besar pedagang Forex pemula. Kabar baiknya adalah bahwa ada beberapa cara sederhana untuk menghindari perdagangan impulsif yang membuat Anda terlibat masalah.
Cara pertama adalah memiliki rencana. Setiap akhir pekan Anda harus mengukir beberapa waktu untuk menganalisis grafik Anda untuk minggu yang akan datang. Dengan begitu ketika pasar terbuka, Anda tahu pasangan mata uang mana yang harus diawasi dan di mana harus memperhatikan sinyal pergerakan harga.
Cara kedua,  Dengan tetap berpegang pada kerangka waktu harian, Anda menghindari keharusan untuk check-in sepanjang hari. Ini juga memperlambat segalanya sehingga Anda memiliki banyak waktu untuk menilai situasi dan membuat keputusan. Tidak perlu menjadi impulsif saat memperdagangkan grafik harian.
Cara ketiga,  batasi diri untuk melihat grafik. Semakin lama Anda duduk menatap grafik Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan membuat keputusan impulsif. Habiskan tidak lebih dari 20 atau 30 menit untuk memindai grafik Anda.


Ingat bahwa Anda hanya membutuhkan satu perdagangan yang bagus setiap bulan untuk menghasilkan laba yang besar dalam bisnis ini. Berikan kesempatan untuk datang kepada Anda dan jangan pernah mengejar pasar. @@@ Artikel terkait
Drs. Stefan Sikone, MM., Penulis, Praktisi Trading Forex dan Bisnis Online sejak tahun 2007., kini mengajar Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 1 Tengaran - Kabupaten Semarang-Jawa Tengah
========================
MOHON DIPERHATIKAN: Pertimbangkanlah secara matang bila anda akan memulai trading forex. Forex trading memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Anda bisa kehilangan dana dalam jumlah besar bahkan hingga seluruhnya. Kami tidak bertindak atas nama pialang berjangka manapun dalam melakukan trading forex. Artikel-artikel yang kami post dalam blog ini benar-benar merupakan pembelajaran bagi para pembaca sekalian dan/atau peminat trading forex. ========= Artikel terkait forex dapat dibaca di: Pusat Informasi Bisnis Online dan Trading Forex - Sekolah Online - Forex untuk kehidupan - Analisis trading forex - Berita untuk Kehidupan HFcopy

No comments:

Post a Comment